Usai Terjadi Aksi Mogok dari Asosiasi Pelaku Wisata di NTT, Harga Tiket Masuk Pulau Komodo Kembali Dievaluasi

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 12:54 WIB
Ilustrasi - Airlangga menyatakan evaluasi harga tiket masuk Pulau Komodo akan dilakukan, tetapi tetap memperhatikan rencana konservasi dan rehabilitasi. (pikiran rakyat)
Ilustrasi - Airlangga menyatakan evaluasi harga tiket masuk Pulau Komodo akan dilakukan, tetapi tetap memperhatikan rencana konservasi dan rehabilitasi. (pikiran rakyat)

URBANBANDUNG - Mulai Agustus 2022, akhirnya Pemerintah mengumumkan rencana evaluasi kembali terkait harga tiket masuk Pulau Komodo yang mencapai Rp3,75 juta per orang.

Usai munculnya aksi mogok dari Asosiasi Pelaku Wisata dan Individu pelaku wisata di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah kembali melakukan evaluasi terkait harga tiket masuk Pulau Komodo

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan penjelasan detail terkait evaluasi harga tiket masuk Pulau Komodo.

Airlangga mengatakan akan dilakukan evaluasi untuk harga tiket masuk Pulau Komodo, namun akan  tetap memperhatikan rencana konservasi dan rehabilitasi di pulau itu.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ungkap Kenaikan Harga Tiket Masuk Pulau Komodo

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan nanti kita akan evaluasi dan nanti kita akan lihat lagi karena memang ada konservasi dan rehabilitasi yang dilakukan.

Kemudian, Airlangga mengklaim beberapa pertimbangan harus diperhatikan hingga terwujud pembatasan wisatawan di Pulau Komodo itu.

"Ditambah lagi dengan adanya pembatasan jumlah (wisatawan) Tentu akan perhatikan dan dibahas dengan kementerian teknis," ucap Airlangga menambahkan.

Pada sebelumnya, aksi mogok yang dilakukan asosiasi pelaku wisata terjadi untuk satu bulan mendatang di seluruh wilayah Taman Nasional Pulau Komodo.

Dan bahkan, semua jenis layanan jasa pariwisata juga dihentikan untuk seluruh destinasi wisata di Manggarai Barat.

Seperti diketahui, semua jenis layanan jasa pariwisata yang dimaksud, meliputi pemilik kapal wisata, penyedia jasa transportasi darat, pemilik restoran dan hotel, fotografer, pemandu wisata hingga pelaku usaha kuliner.

Lewat aksi mogok tersebut, seluruh angkutan umum yang biasa mengantar calon wisatawan dari Bandara Komodo Labuan Bajo, juga tidak ada lagi.

Bukan hanya itu, mobil dinas dan angkutan bus milik pemerintah daerah juga sudah tidak ada lagi di area bandara itu.

Oleh karena itu, aksi mogok yang dilakukan sebagai bentuk protes terhadap harga tiket masuk yang dinilai tak masuk akal tingginya itu.***

Editor: Nur Nabila

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Kisah Dukun Mbah Dargo, Dapat Karma Menjelang Ajal

Minggu, 25 September 2022 | 22:00 WIB

Terjadi Penyerangan Di Angkot, Terdapat 2 Korban

Jumat, 23 September 2022 | 09:52 WIB
X